Indonesia Website Awards
Ikutilah Program Tadarus di Group WhatsApp Penjaga Tradisi Sunnah, dengan periode setiap 15 hari sekali. BERGABUNG

Daftar Isi Artikel :

Bacaan Niat Puasa Sunnah Syaban Lengkap Arab Latin dan Artinya

Bacaan Niat Puasa Sunnah Syaban Lengkap Arab Latin dan Artinya

Niat Puasa Sunnah Sya’ban – Alhamdulillah kita semua telah diberi kesempatan kembali untuk berjumpa dengan bulan sya’ban. Sebuah bulan yang memiliki keutamaan khusus pada bulan-bulan yang lain.

Di dalam bulan sya’ban, Nabi Muhamma SAW paling banyak menjalankan amalan puasa sunnah. Beliau sangat gemar sekali berupuasa pada bulan ini, sebab di bulan sya’ban berbagai amal perbuatan manusia selama satu tahun diangkat oleh Allah SWT.

Maka dari itu, bagi masyarakat jawa mempunya istiliah Unggah-unggahan (Dinaikkan/diangkat) ketika data bulan sya’ban atau dalam kalender jawa disebut dengan Ruwah.

Makna dari adanya tradisi unggah-unggahan itu sendiri adalah diangkatnya seluruh amal manusia ketika bulan sya’ban tiba.

Lantaran Nabi Muhammad sangat gemar menjalankan puasa sunnah pada bulan sya’ban, maka sudah sepatutnya kita sebagai umatnya untuk mengikutinya.

Sebagai umat muslim kita dianjurkan untuk selalu memperbanyak menjalankan puasa sunnah pada bulan sya’ban. Tentunya hal ini disesuaikan dengan kemampuan diri masing-masing. Namun jika lebih banyak akan menjadi lebih baik. Seperti yang diamalkan oleh rasulullah pada bulan sya’ban.

Anjuran Melaksanakan Puasa Sunnah Sya’ban

Mengenai anjuran melaksanakan puasa sunnah pada bula Sya’ban, pPara Ulama berbeda pendapat mengenai dianjurkannya puasa ini. Hal ini terjadi lantaran terdapat banyak sekali riwayat mengenai puasa sunnah Sya’ban.

Namun, di antara pendapat tersebut, terdapat sebuah pendapat yang dinilai paling kuat. Yaitu sebuah keterangan yang berdasarkan dengan sebuah hadis yang berasal dari Usamah bin Zaid, beliau bertanya: “Wahai Rasulullah (Nabi Muhaamd), saya ini belum pernah melihat Anda (Nabi) berpuasa di dalam satu bulan sebagaimana Anda berpuasa pada bulan Sya’ban".

Lantas Rasulullah bersabda yang artinya:
Bulan Sya’ban ialah bulan di mana para manusia mulai lalai yakni di antara bulan Rajab dan Ramadhan. Bulan tersebut ialah bulan dinaikkannya berbagai ama lan perbuatan kepada Allah, Rabb semesta alam raya. Maka itulah, aku amatlah senang untuk melaukukan puasa ketika amalanku dinaikkan.” (HR. An Nasa’i)

Seperti yang telah kita ketahui bersama bahwa bulan sya’ban adalah bulan kedelapan didalam perhitungan penanggalan tahun hijriah. Bulan ini berada setelah bulan rajab, dan sebelum Bulan Ramadhan.

Jadi Posisi bulan Sya’ban ini berada di antara 2 bulan mulia, yaitu Rajab dan Ramadhan. Maka tak mengherankan jika bulan ini mendapatkan perhatian tersendiri dari Nabi Muhammad.

Rasulullah SAW sendiri berpuasa penuh selama satu bulan hanya di dalam bulan Ramadhan. Sedangkan pada bulan Sya’ban ialah bulan di mana rasul paling banyak mengisinya dengan puasa sunnah. Misalnya puasa Sunnah hari senin-kamis, Puasa daud, dan berbagai puasa sunnah lainnya.

Dari ‘Aisyah Radhiyallahu ‘Anha, berkata, yang artinya Artinya :
Rasulullah (Nabi MuhammadSAW terbiasa untuk berpuasa, sampai dengan kami mengatakan bahwa beliau (Nabi Muhammada) tidak sedang berbuka. Beliau pun kemudian berbuka sampai kami katakan bahwa beliau sedang tidak berpuasa. Aku tak pernah sama sekali melihat Rasulullah Nabi Muhammad SAW berpuasa secara sempurna dalam sebulan penuh selain ketika pada waktu bulan Ramadhan. Aku juga tak pernah melihat beliau (Nabi Muhammad) berpuasa yang lebih banyak daripada ketika berpuasa di waktu bulan Sya’ban. (HR. Bukhari dan Muslim)

Niat Puas Sya’ban

Tata cara puasa sya’ban tidak berbeda dengan puasa-puasa lainnya, yakni di mulai ketika terbitnya fajar sampe dengan tenggelamnya matahari.

Namun, sebelum anda melaksanakan puasa sya’ban, terlebih dahulu harus membaca Niat Puasa Sya’ban. Adapun Niatnya adalah sebagai berikut:

Bacaan Niat Puasa Sunnah Syaban Lengkap Arab Latin dan Artinya
Niat tersebut dibaca pada malam sebelum pelaksanaan puasa sya’ban. Bacalah di dalam hati dan lisan.

Penutup

Salah satu alas an kenapa Nabi Muhammad banyak melakukan puasa pada bulan sya’ban ialah sebab puasa sya’ban ibarat sebuah ibadah rawatib yaitu ibadah sunnah yang akan mengiringi suatu ibadah wajib.

Seperti halnya shalat rawatib, ialah shalat sunnah yang mempunyai keutamaan khusus karena menjadi pengiring dari shalat wajib, baik itu sebelum atau setelahnya.

Demikian puala mengenai puasa Sya’ban, sebab puasa ini berada sangat dekat sekali dengan pelaksanaan puasa wajib di bulah ramdhan. Sehingga puasa sunnah ini mempunyai keutamaan khusus.

Selain itu, Puasa Sunnah yang dilakukan pada bulan Sya’ban ini bisa menjadi penyempurna dari puasa Ramadhan.
Baca juga :

Posting Komentar