{{ date }}
{{ time }}
Sudah SHOLAT kah Anda?

Sholawat Tarhim Lengkap Arab Latin dan Artinya

Asal-Usul Sholawat Tarhim dan Bacaan Sholawat Tarhim Lengkap Arab dan Latin serta Terjemahnya
Sholawat Tarhim Lengkap Arab Latin dan Artinya

Sholawat Tarhim dikumandangkan untuk membangunkan umat Islam agar segera melakukan persiapan melaksanakan Sholat Subuh. Terkadang juga membantu kaum muslimin dan muslimat yang ingin melaksanakan Sholat Tahajud.

Dalam pelaksanaannya, Sholawat Tarhim dikumandangkan dari masjid atau mushola, terutama di bulan suci Romadhon. Dalam artikel elzeno.id berjudul Fasal tentang Tarhim, dijelaskan bahwa bacaan yang dikumandangkan umumnya bervariasi, mayoritas berisi seruan kepada umat Islam.

Sejarah Sholawat Tarhim

كاَنَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم يَطُوْفُ فِي الْكَعْبَةْ فَرَأَى أَعْرَابِيًّا يَطُوْفُ بِهاَ وَيَقُوْلُ: ياَ كَرِيْم, فَقَالَ النَّبِيُ صلى الله عليه وسلم وَرَاءَهُ: ياَ كَرِيْم – فاَنْتَقَلَ الْأَعْرَابِيُّ اِلَى رُكْنِ الثَّانِيْ وقاَلَ: يا كريم, فَقاَلَ النَّبِيُّ (صلى الله عليه وسلم) – فَقَالَ الْحَبِيْبُ (صلى الله عليه وسلم) وَرَاءَهُ: يا كريم, فَانْتَقَلَ الْأَعْرَابِيُّ اِلَى الْحَجَرِ الْأَسْوَدِ فَقاَلَ: يا كريم- فقال النبي (صلى الله عليه وسلم) – فقال الحبيب (صلى الله عليه وسلم) وراءه: يا كريم, فَالْتَفَتَ الْأَعْرَاِبي فَقاَلَ: أَتَمْزَحُوْنَنِيْ ياَ أَخَ الْعَرَبِ؟ وَاللهِ لَوْلاَ صَباَحَةُ وَجْهِكَ وَبَلَغَ طاَ لِقَتكَ لَشَكَوْت اِلَى حَبِيْبِيْ مُحَمَّداً- فَقاَلَ لَهُ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم أَوَلاَ تَعْرِفُ نَبِيَّكَ يا أخ العرب؟ قَالَ وَاللهِ أَمَنْتُ بِهِ وَلَمْ أَرَهُ وَدَخَلْتُ مَكَّةَ وَلَمْ أَلْقَهُ – قاَلَ لَهُ النَّبِيُّ (صلى الله عليه وسلم) اَنَا نَبِيُّكَ يا أخ العرب – فَانْكَبَّ الأعرابي عَلىَ يَدِ النَّبِيِّ يُقَبِّلُهاَ وَيَقُوْلُ: فِدَاكَ أَبِيْ وَأُمِّيْ ياَ حَبِيْبَ اللهِ – فَنَزَلَ جِبْرِيْلُ الْأَمِيْنُ عَلىَ النَّبِيِّ وَقاَلَ لَهُ: ياَ حَبِيْبَ اللهِ (صلى الله عليه وسلم) – اللهُ يُقْرِئُكَ السَّلاَمَ وَيَقُوْلُ لَكَ: قُلْ لِهَذاَ الأعرابي: أَيَظُنُّ إِنْ قاَلَ ياَ كَرِيْم أَنَّناَ لاَ نُحاَسِبُهُ؟ فَقاَلَ الأعرابي: وَاللهِ ياَ نَوْرَ الْعَيْنِ ياَ جَدَّ الْحَسَنَيْنِ, لَوْ حَاسَبَنِيْ رَبِّيْ لَأُحاَسِبَنَّهُ – قَالَ لَهُ النَّبِيُّ (صلى الله عليه وسلم): وَكَيْفَ تُحاَسِبُ رَبَّكَ يا أخ العرب؟ قاَلَ: لَئِنْ حاَسَبَنِيْ عَلىَ ذَنْبِيْ حاَسَبْتُهُ عَلىَ مَغْفِرَتِهِ – وَإِنْ حاَسَبَنِيْ عَلىَ تَقْصِيْرِيْ حاَسَبْتُهُ عَلىَ جُوْدِهِ وَكَرَمِهِ – فَقاَلَ جِبْرِيْلُ الْأِمِيْنُ: ياَ حَبِيْبَ اللهِ, اللهُ يَقُوْلُ لَكَ – قُلْ لِهَذاَ الْأَعْرَابِيّ أَنْ لاَ يَحاَسِبَناَ وَلاَ نُحاَسِبُهُ – الله أكبر.

Penjelasan Hadits diatas adalah: Suatu saat Nabi SAW melakukan Thowaf mengelilingi Ka'bah. Tiba-tiba beliau melihat seorang Arab Badui juga sedang Thowaf sambil menyeru: “Ya- Kariim!” Maka Nabi pun dibelakangnya mengucapkan “Ya Kariim”. Maka Arab Badui itupun berpindah ke Rukun Tsani dan berdo'a: Ya Kariim. Maka Nabi, Sang kekasihpun menirukan “Ya Kariim”. Maka berpindahlah Arab Badui itu ke dekat Hajar Aswad dan berdo'a: Ya Kariim!!, Maka Nabi- Sang kekasihpun berdo'a: “Ya Karim”. Maka Sang Arab Badui itupun menoleh dan berkata: “Adakah kamu mentertawakan aku? Seandainya bukan wajahmu yang bercahaya dan penuh keramahan, pasti sudah kuadukan kepada kekasihku yakni baginda Muhammad!!”.

Maka Nabi SAW berkata kepadanya: ”Apakah engkau belum mengenal Nabimu wahai saudara Arabku?” Maka Orang Badui itu berkata: ”Demi Alloh aku beriman padanya padahal aku belum pernah mengenalnya sejak aku memasuki Mekah dan aku belum pernah menjumpainya”. Maka Nabi pun berkata padanya: “Aku ini (Muhammad) Nabimu wahai saudara Arabku”. Maka Sang Badui itupu segera memeluk kehadapan Nabi dan mencium tangan beliau seraya berkata: ”Bapak dan Ibuku sebagai penebusmu wahai Sang kekasihku” Maka Jibrilpun turun kepada Nabi dan berkata: ”Wahai Sang Kekasih Alloh, Alloh mengucapkan salam untukmu dan berfirman kepadamu: "Katakanlah pada orang Badui itu apakah ia menyangka Aku tak akan menghisabnya ketika ia mengucapkan Ya Kariim?” Maka Orang Badui itu berkata: "Demi Alloh wahai cahaya mataku, eyang dari Hasan dan Husain, Seandinya Robku menghisabku, maka akupun akan menghisab-Nya! Maka Bersabdalah Nabi: "Bagaimana engkau akan menghisab Robmu?” Badui berkata: "Jika Rob menghisabku atas dosa-dosaku, maka aku akan menghisab segala ampunan-Nya, dan jika Ia menghisabku atas segala keteledoranku, maka aku akan menghisab anugerah dan kemulyaan Nya”. Maka berkatalah Jibril Al-Amin: “Katakanlah pada orang ini: "Janganlah ia menghisab Ku, maka Aku pun tak akan menghisabnya”. Allohu Akbar!!!

Riwayat ini oleh masyarakat mesir sering dibaca dan dilantunkan dengan lagu yang indah pada waktu menjelang shubuh untuk TARHIM.

Dalil Bacaan Sholawat Tarhim

Ulama memperbolehkan menyerukan kepada umat Islam agar bisa bangun dari tidur untuk menunaikan Sholat Subuh. Dalilnya ialah sebagaimana berikut:

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يَمْنَعَنَّ أَحَدَكُمْ أَوْ أَحَدًا مِنْكُمْ أَذَانُ بِلَالٍ مِنْ سَحُورِهِ فَإِنَّهُ يُؤَذِّنُ أَوْ يُنَادِي بِلَيْلٍ لِيَرْجِعَ قَائِمَكُمْ وَلِيُنَبِّهَ نَائِمَكُمْ.

Dari Abdulloh bin Mas'ud, Rosululloh bersabda: Kalian tak perlu mencegah Bilal untuk adzan sewaktu sahur karena adzan itu bertujuan untuk mengingatkan siapa saja yang masih berjaga dan sekaligus membangunkan yang tertidur. (Fathul Bari Syarh al-Bukhari, Juz II, hlm 244)

Hukum Membaca Sholawat Tarhim

Al-Hafizh berkata dalam kitab Al-Fath: "Pernah terjadi sebelum waktu shubuh, dan bukan hari Jum'at, bacaan tasbih dan shalawat atas Nabi, bukan adzan baik dari sisi bahasa maupun agama."

Dalam Fiqhus Sunnah Juz I, hlm 221-222 terdapat penjelasan bahwa di dalam hadits-hadits lain diterangkan, tarhim yang disuarakan keras itu lebih baik. Namun disuarakan pelan itu lebih baik bila dikhawatirkan munculnya sikap riya' atau mengganggu orang yang sedang shalat (tahajjud). Dan selagi aman dari hal-hal tersebut, tentu tarhim dengan suara keras akan lebih baik.

Bacaan Sholawat Tarhim

Bacaan Sholawat Tahrim lengkap teks arab dan latin serta terjemahnya
Bacaan Sholawat Tahrim lengkap teks arab dan latin serta terjemahnya

Adapun bacaan sholawat Tahrim lengkap teks arab dan latin serta terjemahnya ialah seperti di bawah ini:

الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَيْكَ ۞ يَاإمَامَ الْمُجَاهِدِيْنَ ۞ يَارَسُوْلَ اللهْ • الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَيْكَ ۞ يَانَاصِرَ اْلهُدَى ۞ يَا خَيْرَ خَلْقِ اللهْ • الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَيْكَ ۞ يَانَاصِرَ الْحَقِّ يَارَسُوْلَ اللهْ • الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَيْكَ ۞ يَامَنْ اَسْرَى بِكَ مُهَيْمِنُ لَيْلًا نِلْتَ ۞ مَا نِلْتَ وَالأَنَامُ نِيَامْ وَتَقَدَّمْتَ لِلصَّلَاةِ فَصَلَّ كُلُّ مَنْ فِى السَّمَاءِ وَاَنْتَ الْإِمَامْ وَاِلَى الْمُنْتَهَى رُفِعْتَ كَرِيْمًا وَ سَمِعْتَ نِدَاءً عَلَيْكَ السَّلَامْ ۞ يَا كَرِمَ الْأَخْلَاقْ ۞ يَارَسُوْلَ اللهْ ۞ صَلىَ اللهُ عَلَيْكَ ۞ وَ عَلىَ عَلِكَ وَ اَصْحَابِكَ أجْمَعِيْنَ۞

Ash-sholaatu was-salaamu 'alaiyk, Yaa imaamal mujaahidiin, Yaa Rosuulallooh. Ash-sholaatu was-salaamu 'alaaik, Yaa naashirol hudaa, Yaa khoyro kholqillaah. Ash-shalaatu was-salaamu 'alaaik, Yaa naashirol haqqi yaa Rosuulallooh. Ash-sholaatu was-salaamu 'alaaik, Yaa Man asroo bikal muhayminu laylan nilta, Maa nilta wal-anaamu niyaamu, Wa taqoddamta lish sholaati fashollaa kulu man fis samaa-i wa antal imaamu wa ilal muntahaa rufi'ta kariiman wa sami'ta nidaa 'alaykas salaam. Yaa kariimal akhlaaq yaa Rosuulallooh. Shollalloohu 'alayka, Wa 'alaa aalika wa ashhaabika ajma'iin.

Sholawat dan salam semoga dilimpahkan padamu wahai pemimpin para pejuang. Ya Rosululloh, sholawat serta salam semoga diberikan kepadamu wahai penuntun petunjuk Ilahi, wahau makhluk yang paling baik. Sholawat dan salam semoga tercurahkan atasmu, wahai penolong kebenaran. Ya Rosululloh, sholawat dan salam semoga tercurahkan kepadamu. Duhai Yang Memperjalankanmu pada malam hari, Dialah Yang Maha Melindungi, Kau memperoleh apa yang engkau dapat sedangkan seluruh manusia tidur, Di belakangmu ada semua penghuni langit saat mengerjakan sholat dan engkau jadi imam, Kau diberangkatkan menuju Sidrotul Muntaha sebab kemulianmu, dan suara ucapan salam atasmu kau dengar. Wahai yang sangat mulia akhlaknya, Ya Rosululloh, semoga sholawat selalu dilimpahkan kepadamu, untuk keluarga dan sahabatmu.

Simak video Sholawat Tarhim berikut ini:

Sejarah Sholawat Tarhim Di Indonesia

Sholawat ini pertama kali dipopulerkan di Indonesia melalui Radio Yasmara (Yayasan Masjid Rahmat), Surabaya pada akhir tahun 1960-an. Penciptanya adalah Shaikh Mahmoud Khalil Al Hussary, ketua Jam'iyyatul Qurro' di Kairo, Mesir.

Bagaimana asal mula ceritanya sholawat tarhim ini akhirnya bisa sampai ke Indonesia? Menurut Cak Nun, Syaikh Al Hussary pernah berkunjung ke Indonesia —misi belum diketahui, mungkin dalam rangka study tour— dan beliau ‘dibajak’ di LOKANANTA, Solo untuk rekaman sholawat tarhim ini.

Syaikh Mahmoud Al-Hussary (1917-1980), atau محمود خليل الحصري adalah ulama lulusan Universitas Al-Azhar dan merupakan salah satu Qori' (pembaca Qur'an) paling ternama di jamannya, sampai-sampai ia digelari Shaykh al-Maqori (sang ahli qiroah). Syaikh Al-Hussary dikenal karena kepiawaiannya dalam membaca al-Qur'an secara tartil.

Ia mengatakan bahwa membaca al-Qur'an bukan semata-mata tentang irama (lagu) atau seni bacaannya, yang paling penting adalah tartil: memahami bacaan al-Qur'an dengan baik dan benar, yaitu melalui studi kebahasaan (linguistik) dan dialek Arab kuno, serta penguasaan teknik pelafalan huruf maupun kata-perkata dalam Quran. Dengan begitu bisa dicapai tingkat kemurnian (keaslian makna) yang tinggi dalam membaca Al-Qur'an.


Sholawat tarhim sangat enak didengarkan kapan saja, apalagi waktu menjelang subuh. Manfaat yang didapat dari mendengar shalawat tarhim, selain membangkitkan keterikatan emosional antara diri kita dengan Nabi Muhammad SAW, menenangkan pikiran dan menyejukkan hati, juga bisa sebagai obat kangen keluarga di rumah (di desa, kampung) dan orang-orang tercinta yang sudah tiada, tentunya bagi anda yang masa remajanya di era 1980 s/d 1990-an.

Demikian penjelasan tentang dalil sholawat Tarhim, serta bacaan lengkap dalam bahasa Arab, Latin dan terjemahannya. Sholawat Tarhim yang berisi pujian ke Nabi Muhammad SAW hukumnya boleh. Semoga bermanfaat untuk semua. Aamiin.

Info! Terima kasih telah membaca artikel kami yang berjudul: Sholawat Tarhim Lengkap Arab Latin dan Artinya, jangan lupa + IKUTI website kami dan silahkan bagikan artikel ini jika menurut Anda bermanfaat.
Artikel Terkait

Posting Komentar

Harap berdiskusi dengan sopan dan sesuai pembahasan, jika mengirimkan link atau spam maka komentar akan dimoderasi. Terima kasih.