Indonesia Website Awards
Ikutilah Program Tadarus di Group WhatsApp Penjaga Tradisi Sunnah, dengan periode setiap 15 hari sekali. BERGABUNG

Daftar Isi Artikel :

Doa Shalat Hajat Ini Langsung dari Rasulullah

Bagi seorang muslim, shalat hajat mungkin sudah tidak asing lagi karena melalui shalat hajat itulah seorang hamba merayu Tuhannya. Shalat hajat bisa dilakukan kapanpun, tidak harus di malam hari, asalkan tidak di waktu-waktu yang dimakruhkan melakukan shalat sunnah. Ketika melakukan shalat hajat, juga disunnahkan untuk membaca doa shalat hajat yang pernah dicontohkan oleh Nabi Muhammad, bagaimanakah doa itu? Baca terus artikel ini.

Doa Shalat Hajat Ini Langsung dari Rasulullah

Imam al-Ghazali menyebutkan dalam Kitab Ihya’ Ulumuddin:
الثامنة صلاة الحاجة فمن ضاق عليه الأمر ومسته حاجة فى صلاح دينه ودنياه الى امر تعذر اليه فليصل هذه الصلاة
Yang kedepalan (dari beberapa shalat sunnah yang memiliki sebab) adalah shalat hajat. Siapa saja yang berada dalam kondisi terjepit dan membutuhkan sesuatu baik urusan dunia maupun akhirat sedangkan dia tidak mampu menyelesaikannya, hendaklah dia melaksanakan shalat (hajat) ini.

Walaupun begitu, lebih baik dilaksanakan ketika malam hari, atau seperempat malam terakhir. Berikut kami sajikan tatacara shalat hajat, antara lain:

Pertama

Niat disertai dengan takbiratul ihram.
أُصَلِّى سُنَّةَ الْحَاجَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى
Usholli sunnatal hajati rak’ataini lillahi ta’ala
“Aku berniat shalat hajat dua rakaat karena Allah Ta’ala”

Kedua

Shalat sebanyak dua rakaat. Setelah membaca surat al-Fatihah di rakaat pertama dianjurkan membaca surat al-Kafirun atau ayat kursi, dan di rakaat kedua membaca surat al-Ikhlas.

Ketiga

Ketika susah selesai shalat, lalu dilanjutkan membaca shalawat dan dzikir

Keempat

Membaca doa yang disebutkan oleh Imam Nawawi al-Bantani dalam Nihayatuz Zain berikut.
سُبْحَانَ الَّذِي لَبِسَ العِزَّ وَقَالَ بِهِ، سُبْحَانَ الَّذِي تَعَطَّفَ بِالمَجْدِ وَتَكَرَّمَ بِهَ، سُبْحَانَ ذِي العِزِّ وَالكَرَمِ، سُبْحَانَ ذِي الطَوْلِ أَسْأَلُكَ بِمَعَاقِدِ العِزِّ مِنْ عَرْشِكَ وَمُنْتَهَى الرَّحْمَةِ مِنْ كِتَابِكَ وَبِاسْمِكَ الأَعْظَمِ وَجَدِّكَ الأَعْلَى وَكَلِمَاتِكَ التَّامَّاتِ العَامَّاتِ الَّتِي لَا يُجَاوِزُهُنَّ بِرٌّ وَلَا فَاجِرٌ أَنْ تُصَلِّيَ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
“Mahasuci Zat yang mengenakan keagungan dan berkata dengannya. Mahasuci Zat yang menaruh iba dan menjadi mulia karenanya. Mahasuci Zat pemilik keagungan dan kemuliaan. Mahasuci Zat pemilik karunia. Aku memohon kepada-Mu agar bershalawat untuk Sayyidina Muhammad dan keluarganya dengan garis-garis luar mulia Arasy-Mu, puncak rahmat kitab-Mu, dan dengan nama-Mu yang sangat agung, kemuliaan-Mu yang tinggi, kalimat-kalimat-Mu yang sempurna dan umum yang tidak dapat dilampaui oleh hamba yang taat dan durjana.”

Doa tersebut, disebut oleh Syekh Nawawi sebagai doa makbul.

Atau bisa juga ditambah dengan membaca doa hajat dengan menyampaikan hajat yang diinginkan, baik hajat duniawi maupun ukhrawi (hajat dunia maupun akhirat).

Seperti yang dilansir pada laman islam.nu.or.id, saya ingin menukil sebuah kisah tentang seorang yang tidak sempurna penglihatannya datang kepada Rasulullah saw untuk meminta do’a kesembuhan. Akan tetapi Rasulullah saw malah memerintahkannya untuk mendirikan shalat hajat lalu berdo’a yaitu:
اللهم انى اسألك واتوجه اليك بمحمد نبي الرحمة يا محمد انى قد توجهت بك الى ربى فى حاجتى هذه اللهم فشفعه في
Allahumma ini as’aluka wa atawajjahu ilaika bi muhammadin nabiyyir rahmah, ya Muhammadu inni qad tawajjahtu bika ila Rabbi fi hajati hazdihi litaqdhi. Allahumma fa syaffi’hu fiyya.
Ya allah Sesungguhnya aku bermohon kepada Engkau, dan aku menghadap kepada engkau dengan Muhammad Nabiyyir Rahmah, Wahai Muhammad sesungguhnya aku menghadap Tuhanku bersamamu dalam memohonkan hajatku ini agar dikabulkan. Ya Allah perkenankanlah dia (Muhammad saw) memberikan syafaatnya kepadaku. Adapun keterangan lengkapnya sebagaimana ditahrijkan oleh At-Tiridzi dan Ibnu Majah hadits riwayat Utsman bin Hunaif.
إن رجلا ضرير البصري اتى النبي صلى الله عليه وسلم فقال ادع الله لي انيعافينى فقال ان شئت اخرت لك فهو خير وان شئت دعوت فقال ادعه فامره ان يتوضأ فيحسن وضوءه ويصلى ركعتين ويدعو بهذا الدعاء : اللهم انى اسألك واتوجه اليك بمحمد نبي الرحمة يا محمد انى قد توجهت بك الى ربى فى حاجتى هذه لتقضى. اللهم فشفعه في
Bahwasannya ada seorang laki-laki yang penglihatannya rusak datang kepada Rasulullah saw sambil berkata “do’akanlah kepada Allah untukku, agar disembuhkan-Nya aku ini”. Rasulullah saw balik menjawab “kalau kamu mau, aku dapat menundanya untukmu dan itu lebih baik, atau kalau kamu mau aku akan mendo’akan” maka orang itupun memohon “doakanlah untukku!” . Kemudian Rasulullah saw menyuruhnya berwudhu, maka wudhulah orang tersebut dengan baik dan shalat dua raka’at dan berdo’a dengan do’a ini “Allahumma ini as’aluka wa atawajjahu ilaika bi muhammadin nabiyyir rahmah, ya Muhammadu inni qad tawajjahtu bika ila Rabbi fi hajati hazdihi litaqdhi. Allahumma fa syaffi’hu fiyya”.

Demikianlah Rasulullah saw menganjurkan dan membolehkan seseorang bertawassul menggunakan nama beliau sebagai seorang Nabi dan Rasul, meskipun dalam shalat hajat.
Baca juga :

2 komentar

  1. Alhamdulillah. Terima kasih
    1. Sama-sama, semoga bermanfaat.