Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Ketentuan dan Tatacara Umroh serta Perbedaan Haji dan Umroh

 PENGERTIAN UMRAH

Umrah secara bahasa artinya berkunjung. Sedangkan menurut istilah adalah mengunjungi Ka’bah Baitullah sesuai syarat dan rukun tertentu. Umrah bisa dilaksanakan di bulan apapun. Hukum dari ibadah umrah sunnah muakkad.

Ketentuan dan Tatacara Umroh serta Perbedaan Haji dan Umroh

Allah berfirman:

وَأَتِمُّوا الْحَجَّ وَالْعُمْرَةَ لِلَّهِ

Artinya: Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allah. (Q.S. Al-Baqarah/2:196)


RUKUN UMRAH

Rukun umrah adalah perbuatan yang wajib dikerjakan pada waktu pelaksanaan ibadah umrah dan tidak dapat diganti dengan membayar dam (denda). Jika salah satu rukun umrah ditinggalkan, maka umrahnya tidaklah sah. Rukun umrah ada lima, yaitu;


1. Ihram disertai niat

Ihram adalah berniat mengerjakan ibadah umroh dengan mengenakan pakaian ihram, yaitu 2 helai pakaian berwarn putih dan tidak berjahit bagi laki-laki, sedangkan bagi perempuan memakai mukena yang menutupi seluruh tubuh, kecuali muka dan dua tapak tangan. Jika seseorang telah berihram maka berlaku larangan-larangan haji.

Adapun lafal niat umrah adalah sebagai berikut:

نَوَيْتُ الْعُمْرَةَ وَأَحْرَمْتُ بِهَا لِلَّهِ تَعَالَى، لَبَيْكَ اللَّهُمَّ عُمْرَةً

Artinya:

“Saya berniat umrah dan berihram karena Allah Ta’ala. Aku penuhi panggilan-Mu dengan umrah.”


2. Thawaf

Thawaf adalah mengelilingi Ka’bah tujuh putaran dimulai dari Hajar aswad atau garis yang sejajar dengannya dengan menjadikan posisi Ka’bah di sebelah kiri. Putaran thawaf berlawanan dengan arah jarum jam.


3. Sai

Sa’i adalah berlari-lari kecil antara bukit Safa dan bukit Marwah sebanyak tujuh kali. Sai diawali dari bukit shafa dan satu arah -baik dari shafa atau marwah- dihitung satu kali.


4. Tahallul

Tahallul adalah mencukur rambut sekurang-kurangnya tiga helai sebagai tanda dibolehkannya melakukan hal-hal yang dilarang ketika ihram.


5. Tertib

Yang dimaksud tertib adalah melaksanakan seluruh rangkaian ibadah umrah sesuai dengan urutannya.


WAJIB UMRAH

Wajib umrah adalah perbuatan yang wajib dikerjakan pada waktu pelaksanaan ibadah umrah. Jika wajib umrah ditinggalkan, maka umrahnya tetap sah, tapi harus diganti dengan membayar dam (denda). Wajib umrah ada dua, yaitu:


a. Ihram dari miqat

Miqat ada dua macam, yaitu miqat zamani dan miqat makani. Miqat zamani adalah batas waktu untuk ihram. Karena umrah bisa dilakukan kapan pun, maka tidak ada batas miqat zamani pada umrah. Miqat makani adalah batas tempat untuk memulai ihram dengan memakai pakaian ihram dimulai.


b. Meninggalkan larangan umrah

Larangan dalam umrah sama dengan larangan ketika haji, diantaranya:

Larangan haji berlaku ketika jamaah haji telah memasuki ihram. Berikut diantaranya:

a. Larangan bagi laki-laki :

  • Memakai pakaian yang berjahit
  • Memakai tutup kepala yang melekat
  • Memakai alas kaki yang menutupi mata kaki

b. Larangan bagi perempuan

  • Menutup muka dan kedua telapak tangan

c. Larangan bagi laki-laki dan perempuan

  • Memakai wangi-wangian
  • Memotong rambut atau bulu badan lainnya
  • Memotong kuku
  • Menikah atau menikahkan
  • Berhubungan suami istri dan bercumbu rayu
  • Memburu dan membunuh binatang yang ada di tanah suci
  • Menebang atau merusak pohon yang ada di tanah suci
  • Berkata kasar, jorok dan bertengkar


PERBEDAAN HAJI DAN UMRAH

NoHajiUmrah
1Waktu di ditentukan yakni bulan DzulhijahWaktunya kapan saja
2Ada wukuf di padang ArafahTidak ada wukuf
3Ada mabit di Muzdalifah, mabit di Mina dan JumrahTidak ada mabit di Muzdalifah, mabit di Mina dan Jumrah
4Bagian dari rukun Islam ke 6Bukan termasuk rukun Islam
5Ibadah haji tidak bisa dilakukan dengan Ibadah UmrahIbadah umrah dapat di lakukan ketika ibadah haji
6Hukumnya fardhu ‘ain bagi yang mampuHukumnya sunnah muakkad dan ada sebagian lagi yang menyatakan fardhu

 

MEMPRAKTIKKAN MANASIK UMRAH

Tata cara melakukan ibadah umrah dari awal sampai akhir, adalah sebagai berikut:

  1. Dari bandara menuju mesjid Miqat Zulhulaifah atau ke Bir Ali.
  2. Setelah sampai di Masjidil Haram, masuk kaki kanan dengan membaca do’a yaitu: Allaahummaghfirlii dzunuubi waftahlii abwaaba rohmatika.
  3. Melakukan thawaf sebanyak 7 putaran.
  4. Melakukan Sa’i dari bukit Safa ke bukit Marwah sebanyak 7 kali.
  5. Melakukan Tahallul.

Rangkaian ibadah di atas belum dimasukkan hal-hal yang disunnahkan dalam umrah.

elzeno
elzeno Pengalaman adalah Guru Terbaik. Oleh sebab itu, kita pasti bisa kalau kita terbiasa. Bukan karena kita luar biasa. Setinggi apa belajar kita, tidahlah menjadi jaminan kepuasan jiwa, yang paling utama seberapa besar kita memberi manfaat kepada sesama.

Posting Komentar untuk "Ketentuan dan Tatacara Umroh serta Perbedaan Haji dan Umroh"

Formulir Kontak

Nama Email * Pesan *