Indonesia Website Awards
Ikutilah Program Tadarus di Group WhatsApp Penjaga Tradisi Sunnah, dengan periode setiap 15 hari sekali. BERGABUNG

Daftar Isi Artikel :

Doa Walimatut Tasmiyyah Lengkap Arab Latin dan Artinya

Doa Aqiqah : Menyembelih, Mencukur Dan Meniup Ubun-ubun Bayi

Di dalam acara pemotongan hewan aqiqah sebaiknya ada doa aqiqah. Untuk lebih jelas secara rinci akan kami uraikan di bawah ini.

Mukadimah

السّلام عليكم ورحمة الله وبركاته

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ، الحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، أَشْهَدُ أَنْ لاإِلهَ إِلا اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ رَسُوْلُهُ، اللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ : وَ بَعْدُ
Segala puji bagi Allah Ta’ala. Shalawat dan Salam semoga tetap tercurah ke haribaan junjungan kita Nabi Agung Muhammad Shollallahu ‘alaihi wa sallam. Pembaca yang kami banggakan, Kami mohon ma’af bila dalam artikel kami ini ada yang kurang pas dengan pendapat pembaca. Untuk itu mari kita baca saja uraian berikut ini:

Pengertian Aqiqah

Aqiqah adalah merupakan tebusan anak dari rahin atau dari gadai. Tebusan ini dengancara menyembelih hewan aqiqah pada hari ketujuh dari kelahiran bayi.

Arti dari Aqiqah itu sendiri menurut bahasa adah bulu atau rambut anak yang baru lahir. Dan hal tersebut sudah kita bahas pada artikel sebelum ini dan yang akan datang.

Kemudian mengenai doa aqiqah, kami akan menuliskannya secara ringkas di bawah ini.

Doa Aqiqah yang pertama

Doa aqiqah di sini kami maksudkan adalah doa saat pemotongan hewan aqiqah. Adapun doanya adalah sebagai berikut:
بِسْمِ اللهِ وَاللهُ أَكْبَرُ اَللّٰهُمَّ مِنْكَ وَلَكَ اَللّٰهُمَّ تَقَبَّلْ مِنِّي هَذِهِ عَقِيْقَةُ فلان بن فلان / فلانة بنت فلان

Bismillaahi Wallaahu Akbar. Allahumma minka wa laka. Allahumma taqabbal minni. Hadzihi ‘aqiqatu .... bin/binti .... (Sebutkan Nama Bayi dan nama ayah kandungnya).
“Dengan menyebut asma Allah. Allah Maha Besar. Ya Allah, dari dan untuk-Mu. Ya Allah, terimalah dari kami. Inilah aqiqahnya .... (Sebutkan Nama Bayi)”.

Doa Aqiqah yang kedua

Jika tidak mebaca doa seperti doa aqiqah di atas tersebut, maka bisa juga membaca doa seperti dibawah ini:
اَللّٰهُمَّ اَنْ هٰذِهِ عَقِيْقَةُ فُلَانِ ابْنِ فُلَانٍ اَللّٰهُمَّ اجْعَلْهَا فِدَاءً لِفُلَانِ ابْنِ فُلَانٍ مِنَ النَّارِ
“Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Ya Allah ini aqiqah fulan bin fulan. Ya Allah semoga aqiqah ini Engkau jadikan sebagai tebusan bagi fulan (agar terhindar) dari siksaan api neraka”.

Bacaan Niat Menyembelih Hewan Aqiqah

Pada saat menyembelih hewan aqiqah, jika kalian menghendaki maka ucapkan lafadz niat menyembelih, dan awali dengan bacaan Ta’awudz, sambung dengan Takbir, basmallah dan doa, sebagai berikut.
أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيِّطَانِ الرَّجِيْمِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمْ نَوَيْتُ أَنْ أَذْبَحَ هَذَا الْمَعْزَ لِعَقِيْقَةِ …… بن / بنت ………. أَنْ يَقْطَعَ الْخُلْقُوْمَ وَالْمَرَى لِلَّهِ تَعَالَى الله اكبر، الله اكبر، الله اكبر، الله اكبر، بِسْمِ اَللَّهِ وَاَللَّهُ أَكْبَر، اللَّهُمَّ هَذِهِ مِنْكَ وَإِلَيْكَ فَتَقَبَّلَهَا

A’udzu billahi minasy-syaithonir rojiym. Nawaitu An Adzbaha Hadzal- Ma’za li’aqiqoti .... bin/binti .... Ay-yaqtho’a khulquma wal maro Fardhol-lillahi T’a’ala, Allahu-Akbar – Allahu-Akbar – Allahu-Akbar – Allahu-Akbar Bismilahir wallahu akbar, Allahumma hadzihi minka wa ilaika fataqobbalaha.
Aku Berlindung kepada Allah dari Godaan Syetan yang terkutuk, Aku niat Menyembelih Kambing Kacang Laki ini untuk aqiqahnya .... bin / binti .... penyembelihan memutskan tenggorokan dan kerongkongannya fardhu karena Allah Ta’ala. Allah yang Maha Besar, Allah yang Maha Besar, Allah yang Maha Besar, Allah yang Maha Besar. Dengan Nama Allah dan Allah adalah maha besar. Ya Allah aqiqah ini dari-Mu dan kepada-Mu semoga Engkau menerima aqiqah ini.

Doa Mencukur Bayi

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ أَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ أَللّٰهُمَّ نُوْرُ السَّمَاوَاتِ وَنُوْرُالشَّمْسِ وَالْقَمَرِ، اَللّٰهُمَّ سِرُّ اللهِ نُوْرُ النُّبُوَّةِ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهِ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

Bismillaahir rahmaanir rahiim. Alhamdulillaahi rabbil ‘alamiin. Allaahumma nuurus samaawaati wa nuurusy syamsyi wal qamari, Allaahumma sirrullaahi nuurun nubuwwati rasulullaahi shallallaahu ‘alaihi wasallam walhamdulillaahi Rabbil ‘alamin.
“Dengan menyebut asma Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam, Ya Allah, cahaya langit, matahari dan rembulan. Ya Allah, rahasia Allah, cahaya kenabian, Rasulullah Saw, dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam”.

Doa Meniup Ubun-Ubun Bayi

اَللّٰهُمَّ إِنِّي أُعِيْذُهَا بِكَ وَذُرِّ يَّتَهَا مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ

Allahumma innii u’iidzuhaa bika wa dzurriyyatahaa minasy syaithaanir rajiim
“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon perlindungan untuk dia dan keluarganya dari setan yang terkutuk”.

Doa Walimatut-Tasmiyah (Walimatul-Aqiqah)

اَللّٰهُمَّ احْفَظْهُ مِنْ شَرِّالْجِنِّ وَالْإِنْسِ وَأُمِّ الصِّبْيَانِ وَمِنْ جَمِيْعِ السَّيِّئَاتِ وَالْعِصْيَانِ وَاحْرِسْهُ بِحَضَانَتِكَ وَكَفَالَتِكَ الْمَحْمُوْدَةِ وَبِدَوَامِ عِنَايَتِكَ وَرِعَايَتِكَ أَلنَّافِذَةِ نُقَدِّمُ بِهَاعَلَى الْقِيَامِ بِمَا كَلَّفْتَنَا مِنْ حُقُوْقِ رُبُوْبِيَّتِكَ الْكَرِيْمَةِ نَدَبْتَنَا إِلَيْهِ فِيْمَا بَيْنَنَا وَبَيْنَ خَلْقِكَ مِنْ مَكَارِمِ الْأَخْلَاقِ وَأَطْيَبُ مَا فَضَّلْتَنَا مِنَ الْأَرْزَاقِ اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنَا وَ إِيَّاهُمْ مِنْ أَهْلِ الْعِلْمِ وَأَهْلِ الْخَيْرِ وَأَهْلِ الْقُرْآنِ وَلَاتَجْعَلْنَا وَ إِيَّاهُمْ مِنْ أَهْلِ الشَّرِ وَالضَّيْرِ وَالظُّلْمِ وَالطُّغْيَانِ

Allaahummahfadzhu min syarril jinni wal insi wa ummish shibyaani wa min jamiiais sayyiaati wal ‘ishyaani wahrishu bihadlaanatika wa kafaalatika al-mahmuudati wa bidawaami ‘inaayatika wa ri’aayatika an-nafiidzati nuqaddimu bihaa ‘alal qiyaami bimaa kalaftanaa min huquuqi rububiyyaatika al-kariimati nadabtanaa ilaihi fîmaa bainanaa wa baina khalqika min makaarimil akhlaaqi wa athyabu maa fadldlaltanaa minal arzaaqi. Allaahummaj’alnaa wa iyyaahum min ahlil ‘ilmi wa ahlil khairi wa ahlil qur’aani wa laa taj’alnaa wa iyyaahum min ahlisy syarri wadl dloiri wadz dzolami waththughyaani.
“Ya Allah, jagalah dia (bayi) dari kejelekan jin, manusia ummi shibyan, serta segala kejelekan dan maksiat. Jagalah dia dengan penjagaan dan tanggungan-Mu yang terpuji, dengan perawatan dan perlindunganmu yang lestari. Dengan hal tersebut aku mampu melaksanakan apa yang Kau bebankan padaku, dari hak-hak ketuhanan yang mulia. Hiasi dia dengan apa yang ada diantara kami dan makhluk-Mu, yakni akhlak mulia dan anugerah yang paling indah. Ya Allah, jadikan kami dan mereka sebagai ahli ilmu, ahli kebaikan, dan ahli Al-Qur’an. Jangan kau jadikan kami dan mereka sebagai ahli kejelekan, keburukan, aniaya, dan tercela”.

Pelaksanaan Waktu Aqiqah

Waktu untuk pelaksanaan aqiqah itu dilaksanakan pada hari ke 7 dari kelahiran anak, baik itu laki-laki ataupun itu perempuan. Di saat itu rambut anak dicukur, anak diberi nama serta disembelihkan hewan aqiqah boleh berupa kambing kacang ataupun domba. Adapun yang sebaiknya hewan aqiqah yang disembelih untuk anak laki-laki itu mestinya dua ekor kambing, sedangkan untuk anak perempuan maka cukup dengan satu ekor kambing.

Doa Aqiqah : Menyembelih, Mencukur Dan Meniup Ubun-ubun Bayi
Sumber : www.fiqih.co.id

Keterangan selajutnya mengenai hadits tentang aqiqah yang secara rinci dan agak lebih lengkap maka baca saja pada artikel selanjutnya di link ini : Cara Aqiqah : Dalil, Hukum Dan Waktu Penyembelihannya.
Baca juga :

Posting Komentar