Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Panduan Sholat Sunnah Kafarotul Bauli Lengkap Arab Latin dan Artinya

Panduan Sholat Sunnah Kafarotul Bauli Lengkap Arab Latin dan Artinya

Di antara penyebab terbesar seseorang mendapat azab kubur adalah urusan istinja (cebok) yang tidak tiris (tuntas), sebagaimana diriwayatkan:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم اِسْتَنْزِهُوا مِنْ اَلْبَوْلِ, فَإِنَّ عَامَّةَ عَذَابِ اَلْقَبْرِ مِنْهُ


Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, ia berkata, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Bersihkanlah diri dari kencing. Karena kebanyakan siksa kubur berasal dari bekas kencing tersebut." (Sunan Imam ad-Daraqutniy hadits no: 464) 
 
Riwayat lain menyebutkan:

عن ابن ابن عباس قَالَ: مَرَّ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم بِحَائِطٍ مِنْ حِيْطَانِ اْلمـَدِيْنَةِ –أو مَكَّةَ- فَسَمِعَ صَوْتَ إِنْسَانَيْنِ يُعَذَّبَانِ فىِ قُبُوْرِهِمَا فَقَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم: يُعَذَّبَانِ وَمَا يُعَذَّبَانِ فىِ كَبِيْرٍ ثُمَّ قَالَ: بَلىَ كَانَ أَحَدُهُمَا لاَ يَسْتَتِرُ مِنْ بَوْلِهِ وَكَانَ اْلآخَرُ يَمْشِى بِالنَّمِيْمَةِ ثُمَّ دَعَا بِجَرِيْدِةٍ فَكَسَرَهَا كِسْرَتَيْنِ فَوَضَعَ عَلَى كُلِّ قَبْرٍ مِنْهُمَا كِسْرَةً فَقِيْلَ لَهُ: يَا رَسُوْلَ اللهِ لِمَ فَعَلْتَ هَذَا؟ قَالَ: لَعَلَّهُ أَنْ يُخَفَّفَ عَنْهُمَا مَا لَمْ تَيْبَسَا أوْ إِلَى أَنْ يَيْبَسَا


Dari Ibnu Abbas berkata, Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam pernah melewati satu kebun dari beberapa kebun Madinah -atau Mekkah-. Lalu Beliau mendengar suara dua orang yang sedang diadzab di dalam kubur mereka. Nabi Shallallahu alaihi wa sallam bersabda, "Keduanya sedang diadzab, dan tidaklah keduanya diadzab sebab perkara yang menurut keduanya bukan termasuk dosa besar". Kemudian Beliau bersabda, "Yang pertama (diadzab) lantaran tidak bersih dari buang air kecilnya, dan yang lain karena suka berjalan kian kemari dengan menyebarkan namimah (adu domba)". Lalu Beliau menyuruh mengambil pelepah (korma) dan membelahnya menjadi dua bagian. Kemudian meletakkan di atas setiap kubur keduanya satu bagian. Ada yang bertanya, "Wahai Rasulullah, mengapakah engkau melakukan hal ini?. Beliau menjawab, "Mudah-mudahan kedua orang ini diringankan dari (adzab) selama kedua bagian pelepah ini masih basah". (Shahih Imam al-Bukhariy hadits no: 216).

Imam Ibn Hajar al-Haitamiy (wafat 974 Hijriyah) rahimahullah dalam kitab az-Zawajir an iqtirafil kabair menyatakan bahwa tidak bersih saat istinja sehingga najisnya masih tersisa dan bahkan mengenai anggota tubuh serta pakaian termasuk dosa besar urutan ke-71. Beliau juga menegaskan: bukan hanya menjadi penyebab terbanyak orang mendapat azab kubur tetapi juga menjadi azab pertama yang diterima seseorang di alam kubur. Kecuali bagi orang-orang yang Allah Taala jauhkan dari azab kubur. Hal ini berdasarkan riwayat:

اتَّقُوا الْبَوْلَ فَإِنَّهُ أَوَّلُ مَا يُحَاسَبُ بِهِ الْعَبْدُ فِي الْقَبْرِ.


Hati-hatilah dengan kencing, lantaran ia menjadi hal yang pertama kali dihisab di kuburan.

Dari keterangan hadits di atas hendaknya kita tingkatkan kewaspadaan dengan mengamalkan adab-adab istinja secara maksimal jangan anggap sepele dalam urusan istinja pasalnya memilik dampak yang sangat luar biasa, bukan sekedar sholat yang kita lakukan ditolak bahkan sampai diancam dengan azab kubur.

Di antara adab terkait tanazzuh anil baul (upaya membersihkan najis kencing) dari anggota badan dan pakain yang banyak dilalaikan banyak orang:
  • Usahakan saat membuat kamar mandi posisi lantai kamar mandi dibuat agak miring tidak rata hingga tidak terjadi genangan air dan saat kita kencing air kencing itu langsung turun tidak ngantung yang akhirnya mengakibatkan percikan ke bagian badan atau pakaian kita.
  • Memakai sandai saat masuk kamar mandi walaupun kondisinya bersih
  • Kencing dalam keadaan nongkrong (jongkok)
  • Melakukan istibra (upaya membuat tiris kencing).
  • Jangan cebok dengan tisu basah. Gunakan tisu kering, lantaran tisu basah membuat najis melebar kemana-mana.

Istibra dapat dilakukan dengan 3 cara:
  • Berdehem-dehem
  • Menggerak-gerakan batang dzakar
  • Mengurut-urut batang dzakar secara perlahan beberapa kali dengan jari telunjuk tangan kiri di bawah batang dzakar, posisi ibu jari berada di atas, di mulai dari bagian biji atau bagian atas duburnya ke arah kepala dzakar agar sisa-sisa kencing keluar semua.

Istibra pada perempuan selain berdehem adalah dengan meletakan tangan kirinya di atas tempat tumbuh bulu kemaluan dengan memberi tekanan sedikit.

Tata Cara Sholat Sunnah Kafarotul Baul

Dalam kitab Khazinatul Asrar disebutkan, ada salah satu nama shalat sunnah yakni shalat Kaffaratul Baul (menggugurkan dosa kencing tidak bersih) dengan cara:
  • Setelah melakukan Sholat Sunnah Dhuha, kerjakan shalat dua rakaat dengan niat Sholat Kaffaratul Baul
  • Pada rakaat pertama setelah surat al-Fatihah membaca Surat al-Kautsar (7x) dan 
  • Pada rakaat kedua setelah al-Fatihah membaca Surat al-Ikhlas (7x).

Niat Sholat Sunnah Kafarotul Baul

اُصَلِّىْ سُنَّةً كَفَارَةِ الْبَوْلِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالىٰ

Usholli Sunnatan Kafarotil Bauli Rok'ataini Lillahi Ta'ala.
Artinya: Saya niat sholat sunnah Kafarotil Baul dua roka'at karena Alloh Ta'ala.

Keutamaan Sholat Sunnah Kafarotul Baul

Keutamaan shalat Kaffaratul Baul adalah:

من صلى هذه الصلاة ينوي بها كفارة البول غفر الله له ما اصاب بدنه وثيابه من البول

Siapa yang melakukan shalat tersebut, ia niatkan sebagai penebus dosa kencing tidak bersih maka Allah Taala berikan ampunan baginya dari air kencing yang mengenai dirinya dan pakaiannya.”

Pengarang kitab Khazinatul Asrar adalah Imam Muhammad Haqqiy Bin Ali Bin Ibrahim an-Naziliy seorang ahli Shufi dari Kota Aidien. Wafat di kota Makkah pada tahun 1301 Hijriyah bertepatan dengan tahun 1884 Masehi.

Adapun sanad muttashil (bersambung) kepada pengarang kitab Khazinatul Asrar Jalilatul Adzkar, Imam Muhammad Haqqiy an-Naziliy Radhiyallahu Anhu, sebagai berikut:

الحاج رزقي ذو القرنين اصمت البتاوي عن كياهي الحاج عبد الرزاق امام خليل الجاوي اللاسمي عن العلامه حسن بن محمد المشاط المكي عن العلامه الشيخ خليفة بن احمد بن موسى بن نبهان يقال خليفة النبهاني (1270-1355 هجريه) عن صاحب كتاب خزينه الاسرار الامام الشيخ محمد حقي النازلي رضي الله عنه


Dikutip ulang dari kitab ittihaful amajid bi nafaisil fawaid karya Abu Mun'yah as-Sakunjiy at-Tijaniy jilid 2 halaman 29.

NB: Penyebutan yang benar adalah Kaffaratul Baul bukan Kifaratul Baul. Dengan alasan kata Kifarat tidak ada wazan yang cocok dari kata Kaffara yang memiliki arti menggugurkan atau menjadi tebusan.
elzeno
elzeno Pengalaman adalah Guru Terbaik. Oleh sebab itu, kita pasti bisa kalau kita terbiasa. Bukan karena kita luar biasa. Setinggi apa belajar kita, tidahlah menjadi jaminan kepuasan jiwa, yang paling utama seberapa besar kita memberi manfaat kepada sesama.

Posting Komentar untuk "Panduan Sholat Sunnah Kafarotul Bauli Lengkap Arab Latin dan Artinya"

Formulir Kontak

Nama Email * Pesan *